2 Kisah Inspiratif Islami Pembelian Kuda. Suatu ketika Umar Ibnul Khatab R.A yang saat itu menjabat amirul mukminin membeli seekor kuda. Umar membawa kuda itu jauh dari penjual lalu menungganginya untuk mencobanya. Namun naas, kuda itu mengalami cidera,. hati kecilnya mengatakan bahwa ia harus mengembalikan kuda itu karena ia menyangka bahwa penjual kuda itu telah menipunya.
KisahInspiratif Islam Singkat : Bertetangga Ala Rasulullah 27 Oktober 2020 dongeng cerita rakyat Pada kesempatan kali ini kami memposting Kisah Inspiratif Islam Singkat tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Cerita ini Lanjutkan Membaca →
CeritaInspiratif Singkat 1. Kisah Katak Didalam Kotak Moral Cerita 2. Kisah Nyata Inspiratif "Kolonel Sanders dan KFC" Moral Cerita 3. Cerita Inspiratif "Trik Jualan Anti Mainstrem" Moral Cerita 4. Cerita Inspiratif "Kekuatan Pikiran adalah Karunia Terbesar dari Allah" Moral Cerita Inspiratif 5. Cerita Inspirasi Singkat "Gergaji dan Ular"
Selamatmembaca kisah Islami singkat berikut ini! Kisah Islami Singkat Tentang Citra Diri Anak Bebek Pengalaman Masa Kecil Yang Mengajarkan Citra Diri. Saat saya masih kecil, kakek dan nenek saya suka memelihara ayam kampung. Kadang-kadang saya membantu nenek memberi makan ayam-ayam peliharaan nenek. Memelihara ayam kampung berbeda dengan ayam
CpYvdB7. Berikut ini beberapa kumpulan cerpen islami singkat yang bisa kamu jadikan referensi untuk dibacakan kepada anak. Mendongeng adalah aktivitas yang akan membuka wawasan anak sehingga mengasah kognitif dan kepekaan anak terhadap lingkungan di sekitar. Mengutip buku Terampil Mendongeng 2001, mendongeng bila dilakukan dengan pendekatan yang sangat akrab akan mendorong terbukanya cakrawala pemikiran anak, sejalan dengan pertumbuhan jiwa sehingga mereka akan mendapat sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya dan dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Diambil dari buku 100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-Anak 2009’ berikut cerpen islami singkat Cerpen Islami Singkat Kemuliaan Hasan Bin Ali Hasan bin Ali bin Abi Thalib adalah cucu Rasulullah SAW yang sangat dicintai kaum muslim. Dia layaknya permata pada masa hidupnya, karena memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji. Pada suatu hari Hasan sedang duduk di depan pintu rumahnya. Tiba-tiba datanglah seorang pemuda Arab Badui. Kemudian, pemuda yang tidak dikenal itu mencaci maki Hasan Bin Ali dan juga ibu-bapaknya. Anehnya, Hasan Bin Ali hanya mendengar tanpa sedikit pun membalas kata-kata hinaan pemuda Badui tersebut. Setelah pemuda Badui tersebut puas mencaci maki, Hasan berkata kepada pemuda tersebut, “Wahai Badui, adakah engkau lapar atau dahaga?” Adakah sesuatu yang memusingkan hatimu?” tanyanya ramah. Tanpa mempedulikan kata-kata Hasan barusan, pemuda Badui itu malah tambah keras mencaci Hasan Bin Ali. Kemudian, Hasan menyuruh pembantu rumahnya membawakan sejumlah uang perak. Lalu dia memberikannya kepada pemuda Badui tersebut. “Wahai Badui, maafkanlah aku!” Inilah yang aku miliki.” ucap Hasan lembut dan simpatik. Akhirnya, sikap simpatik dan pelayanan lembut Hasan Bin Ali berhasil meluluhkan hati pemuda Badui tersebut. Dia menangis terisak-isak, lantas bersujud di kaki Hasan. “Wahai cucu Rasulullah, maafkanlah aku karena berlaku kasar kepadamu. Sebenarnya, aku sengaja melakukan hal ini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu Rasul yang aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa engkau mempunyai budi pekerti yang mulia,” kata pemuda Badui tersebut sambil terus menangis. Cerpen Islami Singkat Ketabahan Iman Zunairah Satu di antara hamba sahaya Muslim asadah Zunairah, budak Abu Jahal. Karena keimanannya dalam Islam itulah, dia ditanya Abu Jahal, “Benarkah kamu telah menganut agama Islam?” “Benar. Aku percaya pada seruan Muhammad SAW. Karena itulah, aku mengikutinya,” jawab Zunairah. Untuk menggoyahkan keyakinan budaknya itu, Abu Jahal bertanya kepada kawan-kawannya. “Hai, kawan-kawanku! Apakah kalian juga mengikuti seruan Muhammad?” “Tidak!” jawab mereka serempak. “Nah, kalau memang apa yang dibawa oleh Muhammad itu baik, tentu mereka akan lebih dahulu mengikutinya daripada kamu yang hanya menjadi seorang budak!” kata Abu Jahal melecehkan hambanya. Kemudian, Zunairah dianiaya secara keji hingga matanya luka parah dan akhirnya menjadi buta. “Matamu buta akibat kamu masuk Islam. Coba kalau kamu mau meninggalkan agama Muhammad, matamu akan sembuh kembali,” bujuk Abu Jahal. Betapa sakit hati Zunairah mendengar penghinaan majikannya itu. “Kalian semua adalah pembohong, tidak bermoral! Latta dan Uzza yang kalian sembah itu tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi memberi manfaat dan mudarat!” katanya. Mendengar hal itu, Abu Jahal semakin marah. Maka, dipukullah Zunairah sekeras-kerasnya sambil berteriak kencang, “Wahai Zunairah, ingatlah kepada Latta dan Uzza. Mereka berhala sembahan kita sejak nenek moyang kita. Tidak takutkah jika mereka nanti murka kepadamu? Tinggalkanlah segera agama Muhammad yang melecehkan kita!” “Wahai Abu Jahal, sebetulnya, Latta dan Uzza itu buta. Lebih buta daripada mataku yang buta akibat siksaanmu ini, Meskipun mataku buta, Allah SWT tidak akan sulit mengembalikannya menjadi terang, tidak seperti tuhanmu Latta dan Uzza itu,” jawab Zunairah tegas. Berkat kekuasaan Allah SWT, pada keesokan paginya, mata Zunairah yang buta akibat siksaan Abu Jahal, sembuh seperti kembali sediakala. Abu Jahal yang melihatnya sangat heran. Namun, Abu Jahal tetap dalam kekafirannya. Dia malah mengabaikan bukti kebenaran Zunairah yang disiksa oleh majikannya. Maka, Abu Bakar pun segera menebus Zunairah dari Abu Jahal dan membebaskannya sebagai manusia yang merdeka. Cerpen Islami Singkat Keyakinan dan Prasangka Baik Pada dahulu kala, ada seorang murid yang mendambakan seorang guru yang mengajarinya untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Meskipun sudah berusaha keras, dia juga belum berhasil menemukan guru yang diidamkannya. Suatu hari, ada seorang yang berkata kepadanya bahwa dia tidak akan menemukan seorang guru yang bisa mengajarinya semakin dekat dengan Allah SWT, kecuali Fulan bin Fulan yang tinggal di suatu kota. Dia pun kemudian berangkat ke kota itu. Setelah sampai di sana, dia menanyakan tempat tinggal Fulan bin Fulan. Penduduk sekitar kota tersebut menunjukkan kepadanya seorang lelaki yang berperangai buruk dan suka bermaksiat. Dia mendatangi rumah orang tersebut dan mengetuk pintunya. “Siapa?” tanya pemilik rumah. “Abdullah,” jawabnya. Kebetulan Fulan bin Fulan sedang menunggu orang yang namanya sama dengan si murid. Mereka berjanji untuk berpesta dan minum-minuman keras. Dia lalu membukakan pintu karena mengira tamu itu adalah temannya. Si murid masuk ke rumah. Ketika menatap wajah pemilik rumah, dia lalu duduk bersimpuh dan menangis. Pertemuan dengan sang calon gurunya itu begitu mengharukan sehingga dia tidak melihat minuman keras yang ada di situ. “Apa yang terjadi denganmu?” tanya pemilik rumah keheranan. “Aku ingin agar engkau mengajariku untuk semakin dekat dengan Allah SWT. Aku telah berusaha mencari guru, tetapi tidak menemukan selain Tuan,” kata si murid. Karena ingin segera terbebas dari Abdullah, lelaki itu berkata sekenanya, “Pergilah ke tempat A, di bawah gunung B! Di sana, kamu akan temukan air. Berwudhulah dengan air itu! Kemudian, beribadahlah di situ sampai Allah SWT memberimu pertolongan!” Lantas, si murid segera melaksanakan perintah gurunya. Dia beribadah dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya Allah SWT memberinya pertolongan. Setelah itu, dia baru mengetahui bahwa orang yang selama ini dianggap sebagai gurunya adalah seorang yang berperangai buruk dan suka bermaksiat. Dia pun mulai banyak dikenal oleh orang-orang. Kesalehannya menjadi buah bibir masyarakat. Orang-orang mulai berdatangan untuk menuntut ilmu. Semakin lama, semakin banyak. Hingga pada suatu hari, dia jatuh sakit. Ketika penyakitnya semakin parah, murid-muridnya bertanya, “Guru, siapa yang akan engkau angkat menggantikanmu, jika guru wafat?” “Fulan bin Fulan yang suka bermaksiat. Oleh karena itu, berdoalah agar sebelum aku wafat, Allah SWT mengubah keadaannya dengan memberinya petunjuk! karena, sesungguhnya aku tidak akan menjadi guru kalau bukan karena dia.” Allah SWT pun mengabulkan doa mereka. Lelaki itu bertobat dan menjadi murid dari mantan muridnya. Dia berusaha sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT di bawah bimbingan gurunya, Sepeninggal sang guru, dia pun dipercaya untuk menggantikan kedudukannya sebagai guru bagi murid-muridnya. Bagaimana ketiga cerpen islami singkat di atas? Pada dasarnya kebaikan yang kau tanam sesungguhnya untuk dirimu sendiri. Maka bersungguh-sungguhlah dalam berbuat baik dan lakukan itu dengan tulus ikhlas. Source
Segala perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW adalah contoh sebaik-baiknya bagi seluruh umat di dunia, sebagaimana dicantumkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” Dalam hal berdagang pun, Rasulullah memiliki banyak sifat dan cara berbisnis yang bisa kita teladani. Rasulullah sendiri menjadi pebisnis sukses di usia muda yaitu dua puluh lima tahun. Sebagai pebisnis, beliau mengutamakan nilai-nilai kejujuran. Buat kita sebagai pengusaha atau start-ups, berikut beberapa kisah inspiratif Nabi SAW sebagai pengusaha Islam. 1. Memulai di Usia Muda Rasulullah telah ditinggalkan Ayahnya Abdullah saat beliau masih dalam kandungan. Sang Ibu, Aminah, meninggal enam tahun kemudian. Sejak kematian kedua orang tuanya, Rasulullah diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Tidak lama setelah itu, sang kakek pun meninggal sehingga nabi SAW tinggal dan hidup bersama pamannya Abu Thalib. Sedari masih anak-anak, Rasulullah tidak ingin menjadi beban bagi pamannya. Beliau tahu bahwa pamannya bukanlah orang yang berada dan memiliki keluarga besar untuk dinafkahi. Rasulullah kerap bekerja sebagai penggembala untuk penduduk Mekah dan mendapat sedikit imbalan saat masih kecil. Di usia anak-anak, beliau juga pernah ikut pamannya ke Syria untuk berdagang. Dari pamannya lah Rasulullah belajar tentang berdagang. 2. Memulai Berdagang Tanpa Modal Walaupun tidak memiliki modal pun kita tidak boleh patah semangat. Menjadi pengusaha Islam, Rasulullah pun pada awalnya tidak memiliki modal. Saat memutuskan untuk mulai berdagang di Mekah, beliau memulai usahanya dengan menjadi shahibul maal atau manajer perdagangan dengan sistem bagi hasil. Di usia 25 tahun, Nabi SAW sudah dikenal sebagai pebisnis sukses. Dalam melakukan bisnis, Rasulullah bukan hanya mencari nafkah tapi juga membangun reputasi yang baik sebagai pedagang. Tiga hal yang sangat dipegang teguh adalah jujur, saling menguntungkan kedua belah pihak, dan mengutamakan produk dengan mutu tinggi. Dan visi Rasulullah dalam berbisnis harus kita teladani. Bagi beliau, transaksi bisnis bukanlah dimaksudkan untuk memupuk kekayaan pribadi. Namun, justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis yang tentu disertai dengan etika bisnis yang tinggi. Selain itu, bersedekah dari hasil bisnis kita adalah yang paling utama. 3. Dikenal Sebagai Pengusaha Jujur dan Amanah Memulai bisnis di usia belasan tahun dan mendapatkan kesuksesan di usia dua puluh lima tahun, Nabi Muhammad SAW mendapatkan gelar Al Shiddiq yang dalam Bahasa Indonesia memiliki arti benar atau amanah. Selain gelar tadi, Rasulullah juga mendapat julukan Al Amin atau dapat dipercaya. Rasulullah telah melakukan lawatan bisnis sebanyak enam kali. Beberapa negara yang pernah dikunjungi untuk kepentingan bisnis tadi adalah Suriah, Bahrain, Yordania, dan Yaman. Dari semua kunjungan tersebut, Rasulullah selalu mendapatkan kesuksesan besar dan bahkan tidak pernah mengalami kerugian. 4. Prinsip Dasar Ada beberapa prinsip dasar yang dipegang teguh sebagai pengusaha Islam. Dalam buku “Muhammad A Trader”, Prof. Aflazul Rahman menjelaskan bagaimana Rasulullah telah menjalankan prinsip manjemen bisnis modern, yaitu customer satisfaction, service excellence, efisiensi, transparansi atau kejujuran, serta persaingan yang sehat dan kompetitif. Dari buku tersebut, kita bisa melihat bagaimana Rasulullah selalu menjaga janjinya dan tidak pernah lalai akan tanggung jawab dalam bisnis yang dijalankan. Selanjutnya, Nabi SAW tidak pernah mengambil margin keuntungan yang sangat tinggi. Dengan mengambil margin keuntungan secukupnya, barang-barang yang dijual Rasulullah selalu laku dibeli. Selain memiliki sifat-sifat baik, kecerdasan, kejujuran dan tingginya tanggung jawab Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan bisnis menjadikannya pengusaha Islam yang sukses, handal, dan dapat dipercaya. Mari kita sama-sama mengamalkan ajaran Rasulullah dalam usaha kita mencari nafkah yang penuh berkah.
kisah inspiratif islam singkat