ANALISISPUISI PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA. Dalam puisi ini, banyak mengandung bunyi vokal , dimana akhir setiap kalimat ditandai dengan huruf vokal, lihat pada bait berikut: Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka. Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa. Sebelum peluit kereta pagi terjaga.
Contoh dapat kalian baca pada novel misalnya Azab dan Sengsara dan di Bawah Lindungan Ka’bah. Teknik penokohan dan perwatakannya menggunakan analisis langsung. Contoh: Jika dipandang dari jauh, tentulah akan disangka; anak muda ini seorang anak Belanda, yang hendak pulang dari sekolah. Tetapi jika dilihat dari dekat, nyatalah ia bukan bangsa
Novelyang pernah ditulisnya adalah: Azab dan Sengsara, Binasa Karena Gadis Priangan, Cerita tentang Busuk dan Wanginya Kota Betawi, serta Cinta dan Hawa Nafsu. Dia juga pernah menulis buku saduran berjudul Si Jamin dan Si Johan. Azab dan Sengsara sendiri adalah roman pertama yang diterbitkan oleh Balai Pustaka (tahun 1920).
menggambarkansosok dan identitas gender laki-laki dan gender perempuan dari berbagai golongan, baik golongan bangsawan, menengah, sampai dengan golongan bawah sehingga relasi gender seperti ini dapat dikatakan timpang atau tidak adil dan dapat pula dikatakan imbang atau adil. Kata-kata kunci: novel, peran, relasi, gender, feminism.
METODEANALISIS AKAR MASALAH DAN SOLUSI [.pdf] [117.4 KB] Jurnal MAKARA, Seri SOSIAL HUMANIORA, VOL. 12, NO. 2, DESEMBER 2008: 72-81; Universitas Indonesia; Tanggal Upload : 28 November 2009. VOL. 12, NO. 1, JULI 2008: 21-26 WARNA LOKAL BATAK ANGKOLA DALAM NOVEL "AZAB DAN SENGSARA" KARYA MERARI SIREGAR Yundi
8TYUjk. Novel Azab dan Sengsara Tema yang diangkat dalam novel Azab dan Sengsara tentang kebiasaan buruk masyrakat akan berbuah azab dan sengsara. Sebelum menkajian novel ini, berikut tokoh-tokoh sekaligus watak yang bermain dalam kisah Azab dan Sengsara; Mariamin gadis baik, Aminu’ddin Laki-laki baik, Nuri ibu mariamin sederhana, Ayah aminu’ddin bijak, Kasibun jahat, Marah Saito penghasut. Novel ini akan banyak interaksi tokoh yang menimbulkan reaksi sosial. Maka lewat tindakan sosial novel ini akan dukupas sesuai perinsip sosial. Teori tindakan sosial max weber Tindakan sosial terjadi ketika individu melekatkan makna subjektif pada tindakan mereka. Hubungan sosial menurut Weber yaitu suatu tindakan dimana beberapa aktor yang berbeda-beda, sejauh tindakan itu mengandung makna dihubungkan serta diarahkan kepada tindakan orang lain. Masing-masing individu berinteraksi dan saling menanggapi Max Weber dalam J Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, 200618 mengklasifikasikan empat jenis tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat yaitu; a. Rasionalitas instrumental Tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Tindakan sosial ini terjadi ketika Aminu’ddin lebih memilih mematuhi ayahnya untuk menikahi gadis pilihan ayahnya meski sebenarnya ia mencintai Mariamin ketimbang gadis itu. Konsekuan yang diterima Aminu’ddin adalah kesedihan dan kekecewaan. b. Rasionalitas yang berorientasi nilai Alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuan-tujuannya sudah ada didalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Tindakan sosial ini tersirat ketika Sutan Barigin ayah Maramin ketika muda menghambur-hamburkan uang untuk berjudi dan foya-foya. Harta adalah lat yang tujuannya tergantung pertimbangannya. Andai Sutan Barigin tidak bersifat sombong, tamak, malas mungkin Azab serta kesengsaraan tidak akan menimpa anaknya yakni mariamin. c. Tindakan tradisional Seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan sosial ini mencerminkan sifat ayah Aminu’ddin yang berpegang teguh terhadap adat. Ia menikahkan Aminu’ddin dengan gadis yang menurutnya pantas menurut strata sosial. Baginda diatas atau ayah Aminu’ddin menolak untuk menikahkan anaknya dengan Mariamin d. Tindakan afektif Tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif bersifat spontan, tidak rasional dan merupakan refleksi emosional dari individu. Tindakan Sosial tersebut terjadi ketika suami Mariamin yaitu Kasibun marah dan memukul Mariamin sejadi-jadinya karena tersulut api cemburu melihat Aminu’ddin kekasih lama Mariamin datang kerumahnya. Menurutnya bahwa keempat tindakan tersebut sulit diwujudkan dalam kenyataan, namun apapun wujudnya hanya dapat dimengerti menurut arti subjektif dan pola-pola motivasional yang berkaitan dengan itu. Sebuah interaksi sosial akan kacau bilamana antara pihak-pihak yang berinteraksi tidak saling memahami motivasi dan makna tindakan sosial yang mereka lakukan. Seregar Merari. 2000. Azab dan Sengsara. Jakarta. Balai Pustaka
Perhatian masyarakat sastra Indonesia terhadap masalah sejarah kebudayaan, termasuk sastra telah tampak sejak awal pertumbuhan sastra Indonesia di tahun 1930-an sebagaimana terbaca dalam Polemik Kebuadayaan suntingan Achdiat 1977. Polemic yang berkembang antara tokoh-tokoh Alisjahbana, Sanusi Pane, Poerbatjaraka, Ki Hadjar Dewantara, Adinegoro dan lain-lain memang tidak secara khusus memperdebatkan konsep kesusastraan Indonesia, tetapi telah memperlihatkan kesadaran mereka terhadap sejarah kebudayaan Indonesia.
analisis novel azab dan sengsara